Posted in bisnis, kuliner, warteg

Bisnis Warteg Yuks!

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh…

My brooo… Hari ini sudah 12 hari berlalu sejak ane memulai bisnis warteg. Yes, warteg = Warung Tegal, yang jual-jual makanan itu loh..

Ane mulai jualan tanggal 20 Maret 2019, tutup buku tanggal 31 Maret 2019. Nah, postingan ini sekedar report selama bulan Maret 2019, perkembangan warteg pertama ane seperti apa.

Kalau dilihat baru 12 hari warteg ane buka, artinya belum seumur jagung. Jagung aja lebih tua kan umurnya. Berikut ini foto-foto penampakan warteg ane. Monggo diteliti fotonya, bukan editan, bukan sotosop-an, bukan warteg orang lain, tapi warteg ane sendiri dijepret dengan kamera HP Android… Heuheuheuheu…

Makanannya enak-enak loh, ane bisa bilang ini warteg dengan makanan terenak kedua se-Indonesia. Huehehehe… Nggak percaya? Cobain aja sendiri.

Tapi bentar, kok kedua terenak? Yang pertama siapa? Nah itu ane juga nggak tahu.. Kayaknya nggak ada deh yang pertama. Teng..tong… Berarti yang kedua juaranya.

Kalo ditanya, bisnis warteg menjanjikan nggak? Bagus nggak? Susah nggak? Oke..oke, ane bahas yang penting-pentingnya ya…

Pertama-tama, kalau kita punya bisnis warteg, setidaknya kita bisa makan gratis sehari tiga kali. Nggak usah beli makanan, lha wong kita produksi makanan. Dari sini aja udah manteb banget menurut ane, perbaikan gizi nih. Hihihi…

Lalu kedua, makanan warteg itu adalah makanan untuk semua kalangan, dari anak balita sampai kakek-nenek. Dari orang kaya sampai orang yang biasa aja. Dari yang hobi makan gorengan, sampai ke yang hobi makan sayuran. Jadi pangsa pasarnya adalah semua orang, bosque…

Karena pangsa pasarnya semua orang, jadi kalau mau buka warteg, nggak usah riset canggih-canggih amad… Tinggal itung aja ada berapa orang masyarakat yang ada di sekitar warteg kita. Thats it!

Ngitungnya pake alat ini

Yang ketiga, bisnis warteg itu repot mas… Kita harus belanja jam 10 malam sampai jam 1 malam. Kemudian subuh sudah harus masak. Kita sediain minimal 40 menu makanan. Buka warung jam 6. Tutup warung jam 10 malam. Begitu seterusnya selama seminggu, nggak ada libur bos! Tapi ya rekrut karyawan dong bosque, jangan semua dikerjain sendiri.

Yang keempat, warteg itu bisnis yang sustainable dan menjanjikan. Nggak perlu ada branding-brandingan, jualannya bisa langsung laku. Yang penting masakannya uenaaakk… Inget kan? Kedua terenak se-Indonesia. Peace ah!

Kalau makanannya enak, konsumen bakal balik lagi terus, bahkan bawa temen-temennya untuk makan di warteg kita. Artinya jumlah konsumen dan omset akan bertambah terus seperti bola salju.

Yang kelima, masih terkait yang ketiga dan keempat, bisnis warteg itu beda dengan bisnis makanan lainnya seperti Ayam Geprek, Ayam Penyet, Bakso, Sate, dan lain-lain. Bedanya adalah dalam hal Purchase Frequency.

Haaah…. Naon eta Purchase Frequency? Apaan tuh Purchase Frequency?

Kalau mau lebih jelas sih, coba aja googling. Tapi intinya Purchase Frequency atau PF itu adalah seberapa sering konsumen beli produk kita. Seberapa sering orang makan di warteg dibandingkan makan di ayam penyet?

Sering mas, eh mbak! Seorang konsumen makan di ayam penyet mungkin seminggu sekali atau dua kali. Tapi konsumen warteg makan di warteg bisa tiap hari, bahkan sehari 3x.

Misal nih, ada si Mawar (bukan nama sebenarnya), dia suka kulineran, makan ayam geprek, soto, sate, dan lain-lain. Eeeh.. ujung-ujungnya dia makan nasi sayur lagi kan? Nah itu ada banget di warteg. Always like that.

Yang keenam, mau bisnis warteg kek, bisnis ayam geprek kek, atau bisnis apapun, ya tetep, ibadah jangan ketinggalan. Itu semua bisa jalan bagus atas izin Allah SWT, bukan karena pebisnisnya yang hebad. Mau pebisnisnya punya sabuk hitam pun, kalo Allah nggak izinin maju, ya tetep aja hangus om.

Oke, sekarang gimana hayo hasil tutup buku Bulan Maret 2019 untuk warteg baru ane? Nih datanya :

Hari ke-TanggalOmset (Rp)
120 Maret 2019800.000
221 Maret 20191.000.000
322 Maret 20191.200.000
423 Maret 20191.100.000
524 Maret 20191.100.000
625 Maret 20191.200.000
726 Maret 20191.200.000
827 Maret 20191.300.000
928 Maret 20191.100.000
1029 Maret 20191.300.000
1130 Maret 20191.400.000
1231 Maret 20192.000.000
TOTAL14.700.000

Hmmm.. Not bad kan? Alhamdulilllah, segala puji hanya bagi Allah.

Itu hari terakhir tembus dua juta karena kebetulan ada pembeli yang membungkus makanan banyak, dia sedang ada acara. Nggak setiap hari seperti itu.

Ayo bisnis warteg aja… Modal awalnya kisaran 30 – 60 juta, tergantung dapet sewa lokasi berapa. Tapi lokasi bagus yang mahal itu, omsetnya bisa berlipat-lipat, jadi nggak rugi juga.

Warteg pertama ane, lokasinya menurut ane kurang bagus. Tapi lumayanlah dengan sewa lokasi hanya Rp 12 juta per tahun, laba bersihnya cukup buat biaya hidup tiap bulan.

Lha tapi kalo sampeyan mau buka warteg, sampeyan mesti repot-repot belanja, masak, dan lain-lain dong yah? Ya enggak lah… Sekarang udah zaman canggih bos, karyawan sekarang canggih-canggih. Rekrutmen aja.

Kalau ente mau bikin warteg, kontek aja ane buat konsultasi. Siapa tau malah kita bisa kerjasama nanti.

Nah, next di Bulan April 2019 ini insyaAllah ane buka 4 cabang warteg lagi. Doain yah, semoga bisa jadi jalan ibadah, jadi rahmat Allah dunia akhirat.

Ntar kalo udah buka, ane bakal report lagi disini dah. Stay tuned bro & sis!

Makasih yoooo…

Eh, ini nomer WA ane kalau mau ngontek, tapi kalau balesnya lama, jangan ngambek ya, mungkin ane lagi di motor. 0878-24-377-337.

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.